
Jakarta – Saat menjalani program penurunan berat badan, gula biasanya menjadi salah satu bahan makanan yang paling dihindari. Namun, sebuah tren baru justru menawarkan pendekatan yang berlawanan. Pola makan tersebut dikenal sebagai sugar diet atau diet gula.
Diet ini belakangan ramai diperbincangkan di media sosial, terutama setelah sejumlah influencer mengklaim berhasil menurunkan berat badan dalam jumlah besar dengan mengonsumsi makanan manis sepanjang hari.
Dalam pola diet tersebut, pelakunya banyak mengonsumsi sumber gula, mulai dari buah-buahan, permen, hingga gula pasir. Sementara itu, makanan yang mengandung protein dan sayuran baru dikonsumsi pada waktu makan malam.
Klaim Berat Badan Turun hingga 14 Kilogram
Sejumlah pelaku sugar diet membagikan pengalaman mereka melalui media sosial. Mereka mengaku berhasil memangkas berat badan sekitar 5 hingga 14 kilogram hanya dalam beberapa minggu.
Salah satunya adalah YouTuber di balik kanal SWEET Truck’n. Ia mengklaim berat badannya turun hingga 14 kilogram setelah menjalani pola makan tersebut selama 31 hari.
Ia juga mengaku mengalami perubahan lain selama mengikuti diet gula. Menurut pengakuannya, tubuh terasa lebih berenergi, tidak mudah lelah, dan keinginan untuk mengonsumsi makanan tertentu atau craving disebut berkurang.
Melansir Daily Mail UK pada 18 Juni, menu yang dikonsumsi dalam diet ini memang jauh dari pola makan diet pada umumnya.
Untuk sarapan, misalnya, pelaku diet dapat mengonsumsi pisang yang ditambahkan gula. Ada juga pilihan roti dengan selai, sirup maple, serta buah beri.
Pada siang hari, makanan bahkan bisa diganti dengan permen, seperti gummy bear. Sementara camilan yang dikonsumsi dapat berupa lemonade manis atau buah yang kembali ditambahkan gula.
Baru saat malam tiba, menu makanan lebih mendekati pola makan sehat. Pelaku diet mengonsumsi sumber protein rendah lemak, seperti dada kalkun, bersama sayuran dan kentang.
Pakar Ungkap Penyebab Berat Badan Bisa Turun
Meski pola makan tinggi gula tersebut terdengar tidak lazim, beberapa ahli memiliki penjelasan tersendiri mengenai alasan berat badan pelakunya dapat berkurang.
Menurut Dr. Nick Norwitz, seorang pakar metabolisme dari Massachusetts, penurunan berat badan yang terjadi kemungkinan bukan disebabkan oleh banyaknya gula yang dikonsumsi.
Ia menilai faktor yang lebih berperan adalah rendahnya asupan protein selama menjalani pola diet tersebut.
Pembatasan protein, menurut penjelasan para ahli, dalam kondisi tertentu dapat membuat tubuh meningkatkan pengeluaran energi. Dalam sebuah penelitian, pria sehat yang menjalani pola makan dengan asupan protein sangat rendah tercatat mengalami peningkatan pembakaran energi hingga sekitar 400 kalori per hari tanpa adanya tambahan aktivitas fisik.
Namun, temuan tersebut tidak serta-merta berarti konsumsi gula berlebihan merupakan cara yang aman untuk menurunkan berat badan.
Diet Tinggi Gula Tetap Punya Risiko
Para ahli mengingatkan bahwa pola makan ini dapat membawa risiko bagi kesehatan, terutama jika dijalankan dalam waktu lama.
Dr. Hector Perez, dokter sekaligus ahli bariatrik dari Meksiko, menjelaskan bahwa terlalu banyak mengonsumsi gula dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Jika menjadi kebiasaan jangka panjang, kondisi tersebut juga berpotensi meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
Selain itu, keamanan metode ini belum terbukti untuk semua kelompok. Perempuan, lansia, serta orang dengan kondisi kesehatan tertentu disebut perlu berhati-hati sebelum mencoba pola makan ekstrem seperti sugar diet.
Walaupun beberapa pelaku mengaku tidak mudah lapar dan merasa tubuhnya lebih berenergi, para pakar tetap menyarankan cara yang lebih seimbang untuk menjaga berat badan.
Pola makan dengan kombinasi karbohidrat kompleks, protein dalam jumlah cukup, lemak sehat, serta buah dan sayuran masih dianggap sebagai pendekatan yang lebih aman dan dapat diterapkan dalam jangka panjang.
Menurunkan berat badan memang dapat dilakukan melalui berbagai strategi, tetapi memilih pola makan yang tidak hanya efektif, melainkan juga aman dan memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh tetap menjadi hal yang penting.