
Jakarta – Banyak orang memulai hari dengan secangkir kopi agar tubuh terasa lebih segar dan pikiran lebih fokus. Namun, menurut sejumlah ahli gizi, teh hijau justru bisa menjadi pilihan yang lebih baik karena memberikan manfaat serupa dengan efek yang lebih lembut.
Meski kandungan kafeinnya lebih rendah dibanding kopi, teh hijau memiliki senyawa lain yang dinilai mampu membantu meningkatkan konsentrasi sekaligus membuat tubuh lebih rileks. Kombinasi tersebut membuat minuman ini kerap direkomendasikan sebagai teman di pagi hari.
Dikutip dari EatingWell, berikut beberapa alasan mengapa teh hijau layak dipertimbangkan sebagai pengganti kopi.
1. Mengandung Kafein untuk Membantu Tetap Fokus
Sama seperti kopi, teh hijau juga mengandung kafein yang berperan meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi.
Menurut ahli gizi Samantha Cassetty, MS, RD, satu cangkir teh hijau umumnya mengandung sekitar 20 hingga 50 miligram kafein. Angka tersebut jauh lebih rendah dibanding secangkir kopi seduh yang rata-rata mengandung sekitar 90 sampai 150 miligram.
Penelitian menunjukkan bahwa asupan kafein dalam jumlah rendah hingga sedang dapat membantu meningkatkan fokus. Karena kandungannya lebih ringan, teh hijau dinilai cocok bagi orang yang sensitif terhadap efek kafein tinggi.
2. Memberikan Efek Lebih Tenang
Keunggulan lain teh hijau terletak pada kandungan L-theanine, yaitu asam amino yang secara alami terdapat di dalam daun teh.
Berbagai penelitian menunjukkan kombinasi L-theanine dan kafein dapat membantu meningkatkan perhatian, fungsi kognitif, serta suasana hati tanpa memicu efek gelisah yang sering dirasakan sebagian orang setelah minum kopi.
Meski respons setiap orang bisa berbeda, perpaduan kedua senyawa tersebut membuat teh hijau sering dikaitkan dengan rasa lebih tenang sekaligus tetap waspada saat beraktivitas.
3. Mendukung Kesehatan Otak
Teh hijau juga kaya akan katekin, kelompok antioksidan yang berperan melindungi sel-sel tubuh, termasuk sel otak.
Salah satu katekin yang paling banyak diteliti adalah epigallocatechin gallate (EGCG). Senyawa ini diduga memiliki efek neuroprotektif yang dapat membantu menjaga fungsi otak.
Sejumlah penelitian juga menemukan bahwa konsumsi teh hijau secara rutin berkaitan dengan kemampuan kognitif yang lebih baik. Namun, para peneliti menilai masih diperlukan studi lanjutan untuk memastikan manfaat tersebut.
4. Tips Mengonsumsi Teh Hijau agar Manfaatnya Optimal
Agar manfaat teh hijau lebih maksimal, para ahli menyarankan beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Teh hijau sebaiknya diminum tanpa tambahan gula. Bila ingin memberi cita rasa, dapat ditambahkan bahan alami seperti irisan lemon, daun mint, atau jahe.
Ahli gizi Pratt juga menyarankan mengombinasikan teh hijau dengan sarapan yang mengandung protein dan serat agar energi tubuh bertahan lebih lama sepanjang hari.
Bagi ibu hamil, konsumsi teh hijau tetap perlu dibatasi karena mengandung kafein. American College of Obstetricians and Gynecologists menganjurkan total asupan kafein tidak melebihi 200 miligram per hari selama kehamilan.
Selain itu, hindari mengonsumsi teh hijau bersamaan dengan makanan yang kaya zat besi. Kandungan polifenol di dalam teh dapat menghambat penyerapan zat besi non-heme dari makanan.
Secara umum, konsumsi sekitar dua hingga tiga cangkir teh hijau per hari dinilai masih aman. Mengonsumsinya secara berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, sakit kepala, hingga jantung berdebar pada sebagian orang.