
Jakarta – Teh jahe menjadi salah satu minuman herbal yang banyak dikonsumsi untuk membantu menjaga kebugaran. Minuman yang dibuat dari rebusan jahe segar ini dikenal memiliki rasa hangat dan sejumlah manfaat bagi tubuh.
Jahe telah digunakan sejak lama sebagai bahan tradisional untuk membantu mengatasi berbagai keluhan. Cara menikmatinya pun cukup sederhana, salah satunya dengan merebus beberapa potong jahe menggunakan air. Sebagian orang menambahkan madu untuk memberikan rasa manis.
Kandungan aktif dalam jahe, terutama gingerol, diketahui memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Konsumsi jahe juga sering dikaitkan dengan manfaat seperti membantu meredakan mual, sakit tenggorokan, serta rasa tidak nyaman akibat peradangan.
Meski begitu, bukan berarti teh jahe bisa dikonsumsi tanpa memperhatikan jumlahnya. Dikutip dari Healthline, konsumsi jahe dalam jumlah wajar umumnya tergolong aman bagi kebanyakan orang.
Batas Konsumsi Perlu Diperhatikan
Dalam sehari, jumlah jahe yang dikonsumsi sebaiknya tidak lebih dari sekitar 4 gram. Mengonsumsi dalam batas tersebut umumnya tidak menimbulkan masalah pada orang yang sehat.
Efek yang tidak menyenangkan biasanya muncul ketika jahe dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Beberapa orang mungkin mengalami sensasi panas di dada, sakit perut, atau rasa tidak nyaman pada sistem pencernaan.
Efek tersebut bisa terasa mirip dengan reaksi tubuh setelah mengonsumsi makanan pedas. Karena itu, penting memperhatikan respons tubuh setelah rutin minum teh jahe.
Bisa Memicu Reaksi Alergi
Walaupun relatif aman, sebagian orang mungkin memiliki sensitivitas atau alergi terhadap jahe. Reaksinya dapat berupa munculnya ruam, rasa gatal, atau ketidaknyamanan pada mulut dan saluran pencernaan.
Jika keluhan semacam itu berulang setiap kali mengonsumsi jahe, sebaiknya hentikan sementara konsumsinya dan konsultasikan dengan tenaga medis untuk mengetahui penyebabnya.
Perlu Hati-hati Jika Tekanan Darah Rendah
Jahe juga diketahui memiliki efek yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Bagi orang yang tekanan darahnya memang cenderung rendah, konsumsi jahe dalam jumlah banyak berpotensi membuat tekanan darah semakin turun.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan keluhan seperti pusing atau tubuh terasa lemas. Oleh sebab itu, orang dengan kondisi tertentu sebaiknya tidak sembarangan meningkatkan konsumsi jahe.
Berpengaruh pada Pengenceran Darah
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kandungan salisilat pada jahe. Senyawa tersebut secara kimiawi berkaitan dengan zat yang juga terdapat dalam aspirin dan memiliki efek terhadap proses pembekuan darah.
Karena itu, orang yang memiliki gangguan perdarahan atau kondisi kesehatan tertentu perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi jahe secara rutin, terutama dalam jumlah besar.
Jadi, Bolehkah Minum Teh Jahe Setiap Hari?
Secara umum, teh jahe masih tergolong aman jika dikonsumsi dalam jumlah sewajarnya. Bahkan, minuman ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk melengkapi pola hidup sehat.
Namun, semakin banyak bukan berarti semakin baik. Batasi jumlah jahe yang digunakan dan perhatikan reaksi tubuh setelah mengonsumsinya.
Jika muncul pusing, sakit perut, ruam, atau keluhan lain yang tidak biasa, sebaiknya hentikan konsumsi dan konsultasikan dengan dokter atau ahli kesehatan.