
Jakarta – Keinginan untuk mencari camilan pada sore hari ternyata tidak selalu disebabkan oleh rasa lapar semata. Menurut para ahli, dorongan untuk menyantap makanan sekitar pukul 15.00 hingga 16.00 sore berkaitan dengan berbagai proses biologis yang terjadi di dalam tubuh.
Banyak orang menganggap kebiasaan ngemil di sore hari sebagai tanda kurang disiplin menjaga pola makan. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa food craving atau keinginan kuat terhadap makanan tertentu merupakan hal yang umum dialami.
Mengutip Fox News (22/05/2026), sejumlah survei menemukan bahwa rata-rata seseorang mengalami food craving sekitar dua kali dalam sehari. Salah satu waktu yang paling sering memicu keinginan tersebut adalah menjelang sore ketika energi mulai menurun.
Dipengaruhi Pola Makan Siang
Megan Meyer, Ph.D., pakar komunikasi sains dari North Carolina, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama ngidam di sore hari adalah pola makan siang yang kurang mencukupi atau bahkan terlewat.
Menurutnya, makan siang dalam porsi terlalu sedikit dapat menyebabkan kadar gula darah naik dan turun dengan cepat. Kondisi ini membuat otak mengirim sinyal agar tubuh segera memperoleh sumber energi, terutama dari makanan manis atau bercita rasa gurih.
Ia menambahkan bahwa melewatkan makan siang dapat memperbesar fluktuasi gula darah sehingga rasa ingin mengonsumsi camilan muncul lebih kuat pada sore hari.
Ritme Tubuh Ikut Berperan
Selain pola makan, tubuh juga mengalami penurunan energi secara alami akibat ritme sirkadian.
Pada waktu sore, kewaspadaan dan stamina memang cenderung menurun sehingga banyak orang merasa lebih mudah lelah. Kondisi ini dapat menjadi salah satu pemicu munculnya keinginan untuk mengonsumsi makanan tinggi kalori.
Kurang tidur juga memperburuk keadaan karena dapat memengaruhi hormon pengatur rasa lapar dan kenyang, sehingga dorongan untuk ngemil menjadi lebih sulit dikendalikan.
Faktor Emosi dan Lingkungan
Keinginan makan ternyata tidak selalu berasal dari kebutuhan fisik. Lingkungan sekitar maupun kondisi emosional juga memiliki pengaruh besar terhadap munculnya food craving.
Meyer mengungkapkan bahwa keberadaan camilan atau makanan kurang sehat di sekitar seseorang dapat meningkatkan keinginan untuk mengonsumsinya. Karena itu, pilihan makanan yang tersedia di rumah atau tempat kerja turut memengaruhi kebiasaan ngemil.
Tubuh Sedang Memberi Sinyal
Ahli gizi Lauren Manaker dari South Carolina menilai bahwa food craving merupakan salah satu bentuk komunikasi tubuh.
Menurutnya, keinginan mengonsumsi makanan tertentu bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang membutuhkan tambahan energi, mencari rasa nyaman, atau bahkan memerlukan asupan nutrisi tertentu.
Ia menyarankan agar rasa lapar tidak selalu ditekan atau diabaikan. Sebaliknya, penting untuk memahami penyebabnya dan memenuhi kebutuhan tubuh dengan pilihan makanan yang lebih bernutrisi.
Cara Mengurangi Ngidam di Sore Hari
Untuk membantu mengurangi keinginan ngemil berlebihan menjelang sore, para ahli menyarankan beberapa langkah sederhana, seperti:
- Mengonsumsi makan siang yang seimbang dengan karbohidrat, protein, lemak sehat, dan serat.
- Tidak melewatkan waktu makan utama.
- Mencukupi kebutuhan tidur setiap malam.
- Menyediakan camilan sehat agar tidak mudah tergoda makanan tinggi gula atau garam.
- Mengelola stres melalui aktivitas fisik, relaksasi, atau istirahat yang cukup.
Dengan memahami penyebab munculnya food craving, seseorang dapat lebih mudah membedakan apakah tubuh benar-benar membutuhkan energi atau hanya merespons kebiasaan, emosi, maupun lingkungan sekitar.