
Jakarta – Sarapan merupakan salah satu waktu makan yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan energi setelah tubuh berpuasa sepanjang malam. Namun, manfaatnya tidak hanya ditentukan oleh kebiasaan sarapan, melainkan juga jenis makanan yang dipilih.
Tidak sedikit menu sarapan yang terlihat praktis dan mengenyangkan, tetapi ternyata kurang mendukung kesehatan sistem pencernaan. Menurut ahli gastroenterologi bersertifikat di Amerika Serikat, Dr. Pal Manickam, beberapa makanan populer justru sebaiknya tidak dijadikan pilihan utama saat pagi hari.
Mengutip Hindustan Times, berikut lima menu sarapan yang sebaiknya dibatasi demi menjaga kesehatan usus.
1. Roti tawar putih dengan mentega dan selai
Roti tawar menjadi menu sarapan favorit karena mudah disiapkan. Biasanya roti dipadukan dengan mentega, selai, atau meses agar rasanya lebih nikmat.
Namun, roti tawar putih umumnya mengandung karbohidrat olahan dengan kadar serat yang rendah. Tambahan mentega dan selai juga meningkatkan asupan gula maupun lemak sehingga dapat memicu kenaikan gula darah secara cepat dan membuat rasa lapar datang lebih cepat.
2. Mi instan
Mi instan juga sering dipilih karena praktis, murah, dan mengenyangkan. Meski demikian, makanan ini bukan pilihan ideal untuk memulai hari.
Menurut Dr. Manickam, mi instan didominasi karbohidrat olahan serta mengandung natrium dan bahan tambahan dalam jumlah tinggi. Selain rendah serat, makanan ini juga tidak memberikan cukup protein sehingga kurang mendukung kesehatan saluran pencernaan.
3. Sereal manis
Sereal kemasan yang disajikan bersama susu memang menjadi menu sarapan yang praktis. Akan tetapi, banyak produk sereal mengandung gula tambahan dan karbohidrat olahan dalam jumlah tinggi.
Dr. Manickam menjelaskan bahwa menambahkan susu tidak serta-merta membuat komposisi gizinya menjadi seimbang. Kandungan gula yang tinggi tetap dapat memengaruhi kesehatan usus dan kadar gula darah.
4. Jus buah kemasan
Jus buah dalam kemasan sering dianggap sebagai pilihan sehat. Padahal, banyak produk mengandung tambahan gula, pemanis, maupun bahan pengawet.
Selain itu, proses pengolahan membuat kandungan seratnya jauh lebih rendah dibandingkan buah utuh. Akibatnya, minuman ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah lebih cepat. Jika ingin minum jus saat sarapan, lebih baik membuatnya sendiri dari buah segar tanpa tambahan gula.
5. Daging olahan
Sosis, nugget, maupun daging olahan lainnya juga kerap menjadi menu sarapan karena mudah dimasak. Namun, makanan jenis ini mengandung garam, lemak jenuh, dan bahan pengawet dalam jumlah tinggi.
Konsumsi daging olahan terlalu sering dikaitkan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Selain itu, kandungan garam serta lemaknya juga berpotensi memicu peradangan dan mengganggu kesehatan saluran pencernaan.
Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari sarapan, Dr. Manickam menyarankan memilih menu yang lebih seimbang, seperti makanan yang kaya serat, protein, lemak sehat, serta karbohidrat kompleks. Kombinasi nutrisi tersebut tidak hanya membantu menjaga kesehatan usus, tetapi juga membuat tubuh kenyang lebih lama dan berenergi sepanjang hari.