
Jakarta – Ketika hujan turun dan udara terasa dingin, semangkuk sup ayam hangat bisa menjadi pilihan makanan yang nyaman sekaligus bergizi. Hidangan ini bukan hanya populer karena rasanya, tetapi juga sudah lama digunakan dalam berbagai tradisi pengobatan.
Kuah sup ayam dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh, sementara ayam dan bahan pelengkapnya menyumbangkan protein, vitamin, serta mineral. Kombinasi tersebut membuat sup ayam cukup cocok dikonsumsi saat tubuh membutuhkan makanan hangat dan ringan.
Dikutip dari Times of Entertainment, berikut sejumlah manfaat sup ayam yang menarik untuk diketahui.
1. Membantu Memelihara Daya Tahan Tubuh
Sup ayam menyediakan berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Berdasarkan data USDA, satu mangkuk sup ayam umumnya mengandung sekitar 6,05 gram protein, 2,88 gram lemak, 7,2 mg kalsium, 9,6 mg magnesium, 7,2 IU vitamin A, dan 22,1 mg kolin.
Kandungan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Poultry Science pada 2022 juga menemukan bahwa sup ayam berpotensi memengaruhi respons sistem kekebalan dengan meningkatkan sel perifer serta merangsang sekresi imunoglobulin dan sitokin.
Karena disajikan dalam bentuk kuah, sup ayam juga membantu memasok cairan sehingga tubuh tetap terhidrasi.
2. Mendukung Kesehatan Pencernaan
Kuah sup ayam mengandung gelatin yang merupakan protein hasil turunan kolagen dari jaringan ikat hewan. Gelatin memiliki kandungan asam amino yang dapat mendukung kesehatan saluran pencernaan.
Tekstur kuah yang ringan juga membuat sup ayam relatif mudah dikonsumsi ketika kondisi tubuh sedang kurang fit. Asupan cairan dari kaldu turut membantu menjaga hidrasi.
Dengan tambahan sayuran, sup ayam juga dapat menjadi menu yang memberikan serat dan nutrisi lain tanpa terasa terlalu berat bagi sistem pencernaan.
3. Membantu Memperbaiki Suasana Hati
Sup ayam tidak hanya memberikan rasa hangat dan nyaman. Kandungan triptofan dalam daging ayam juga dikaitkan dengan produksi serotonin di dalam tubuh.
Ahli gizi klinis Sandy Allonen dari Beth Israel Deaconess Medical Center, Boston, menjelaskan bahwa triptofan dapat membantu tubuh memproduksi serotonin, senyawa yang berperan dalam pengaturan suasana hati.
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Health Science pada 2019 juga melaporkan bahwa konsumsi sup ayam selama dua minggu berkaitan dengan berkurangnya ketegangan dan kecemasan serta peningkatan aliran darah.
4. Berpotensi Membantu Kesehatan Sendi
Ayam dan bagian-bagian tertentu yang digunakan untuk membuat kaldu dapat mengandung kolagen serta peptida.
Penelitian pada 2022 yang diterbitkan dalam Poultry Science melaporkan adanya kaitan antara konsumsi sup ayam dan penurunan risiko nyeri sendi. Dalam penelitian tersebut, penurunannya disebut mencapai 36,9%.
Meski demikian, sup ayam sebaiknya tetap dipandang sebagai bagian dari pola makan bergizi, bukan sebagai satu-satunya cara untuk menjaga kesehatan sendi.
5. Telah Lama Digunakan untuk Keluhan Pernapasan
Sup ayam memiliki sejarah panjang sebagai makanan yang dipercaya membantu ketika seseorang mengalami gangguan kesehatan tertentu.
Dalam pengobatan tradisional China, sup ayam telah digunakan sejak sekitar 60 Masehi. Pedanius Dioscorides, ahli bedah militer pada masa Kaisar Nero, juga mencatat penggunaan sup ayam dalam ensiklopedia De Materia Medica.
Sejumlah tokoh medis dari masa berbeda, termasuk Aretaeus dari Cappadocia dan Moses Maimonides, turut merekomendasikan sup ayam untuk berbagai keluhan seperti pilek, flu, gangguan pernapasan, dan asma.
Temuan yang lebih baru juga menunjukkan potensi manfaatnya. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients pada 2025 menemukan bahwa sup ayam dapat membantu mengurangi gejala pilek sekaligus memperpendek durasi penyakit.
Meski memiliki berbagai manfaat potensial, sup ayam tetap bukan pengganti pengobatan medis. Pilih sup dengan bahan yang bergizi dan batasi penggunaan garam atau bahan tinggi natrium agar manfaatnya tetap optimal.
Saat musim hujan, sup ayam dapat menjadi pilihan menu yang menghangatkan tubuh sekaligus memberikan cairan dan sejumlah nutrisi penting. Agar lebih lengkap, tambahkan sayuran dan sumber makanan bergizi lainnya ke dalam hidangan.