
Jakarta – Suasana hati yang mudah berubah tidak hanya dipengaruhi oleh stres atau kurang tidur. Pola makan juga dapat berperan dalam memengaruhi emosi, termasuk membuat seseorang lebih mudah marah atau tersinggung.
Sejumlah makanan diketahui dapat memicu lonjakan gula darah, mengganggu kualitas tidur, hingga memengaruhi keseimbangan zat kimia di otak yang berhubungan dengan suasana hati. Karena itu, membatasi konsumsi makanan tertentu bisa menjadi salah satu cara menjaga emosi tetap stabil.
Dirangkum dari Healthshots (14/7/2023), berikut lima jenis makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan jika ingin menjaga mood tetap baik.
1. Makanan tinggi gula
Permen, kue, cokelat, minuman manis, hingga berbagai hidangan penutup memang menggugah selera. Namun, kandungan gula yang tinggi dapat menyebabkan kadar gula darah naik dengan cepat.
Setelah lonjakan tersebut, kadar gula darah biasanya turun dalam waktu singkat sehingga tubuh terasa lemas dan energi menurun. Fluktuasi ini dapat memengaruhi suasana hati dan membuat seseorang lebih mudah kesal.
Jika dikonsumsi terus-menerus, makanan tinggi gula juga berisiko menimbulkan berbagai gangguan kesehatan lainnya.
2. Makanan olahan
Makanan olahan dan cepat saji memang praktis, tetapi umumnya mengandung lemak tidak sehat, garam, pengawet, serta berbagai bahan tambahan.
Kandungan tersebut dikaitkan dengan meningkatnya peradangan dalam tubuh dan dapat memengaruhi keseimbangan neurotransmiter yang berperan mengatur suasana hati.
Selain itu, terlalu sering mengonsumsi makanan olahan juga dapat membuat tubuh terasa kurang bertenaga sehingga emosi menjadi lebih sulit dikendalikan.
3. Minuman beralkohol
Sebagian orang menganggap alkohol dapat membantu meredakan stres. Padahal, minuman ini justru dapat memengaruhi fungsi otak yang berkaitan dengan pengendalian emosi.
Alkohol dapat mengganggu kemampuan berpikir jernih, menurunkan kontrol diri, serta memengaruhi proses pengambilan keputusan.
Konsumsi alkohol juga dapat mengurangi kualitas tidur. Akibatnya, tubuh menjadi lebih mudah lelah, sensitif, dan rentan mengalami perubahan suasana hati.
4. Makanan pedas
Bagi pencinta makanan pedas, sensasi panas memang memberikan kenikmatan tersendiri. Namun, pada sebagian orang, makanan pedas dapat memicu respons tertentu yang membuat tubuh kurang nyaman.
Cabai dapat meningkatkan suhu tubuh sementara waktu dan memicu reaksi fisiologis yang menyerupai respons saat menghadapi tekanan.
Jika menimbulkan gangguan pencernaan seperti perut terasa panas atau mulas, kondisi tersebut dapat membuat seseorang lebih mudah merasa kesal atau tidak nyaman.
5. Karbohidrat olahan
Roti putih, pasta, pastry, dan berbagai produk berbahan tepung olahan termasuk kelompok karbohidrat yang mudah dicerna tubuh.
Jenis makanan ini dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat dengan cepat sebelum akhirnya turun secara drastis.
Perubahan tersebut berpotensi memengaruhi energi dan suasana hati, sehingga seseorang menjadi lebih mudah tersinggung atau emosional.
Meski makanan-makanan di atas tidak selalu menjadi penyebab utama seseorang mudah marah, membatasi konsumsinya serta menerapkan pola makan yang seimbang dapat membantu menjaga kondisi fisik sekaligus kestabilan emosi sehari-hari.