
Jakarta – Menjaga gigi tetap putih bukan hanya soal rutin menyikat gigi. Apa yang dikonsumsi setiap hari juga dapat memengaruhi warna permukaan gigi, terutama makanan dan minuman yang memiliki kadar asam atau pigmen cukup kuat.
Enamel merupakan lapisan terluar gigi yang memiliki struktur berpori. Ketika enamel terpapar asam secara berulang, permukaannya dapat menjadi lebih rentan terhadap noda dari pigmen makanan dan minuman.
Dokter gigi Hanna Kinsella menjelaskan bahwa sejumlah konsumsi sehari-hari dapat berkontribusi terhadap perubahan warna gigi. Bahkan, perawatan seperti veneer atau implan tidak selalu membuat seseorang terbebas dari persoalan noda pada area gigi yang masih memiliki permukaan alami.
Dikutip dari DailyMailUK, berikut beberapa makanan dan minuman yang perlu diperhatikan jika ingin menjaga warna gigi tetap cerah.
1. Teh dan Kopi
Kopi dan teh menjadi bagian dari rutinitas banyak orang. Namun, keduanya mengandung tanin, salah satu jenis polifenol yang dapat memberikan warna kekuningan atau kecokelatan.
Senyawa tersebut dapat menempel pada permukaan gigi dan membuat noda semakin terlihat apabila konsumsi dilakukan terus-menerus tanpa diimbangi kebersihan mulut yang baik.
Dr. Kinsella mengatakan orang yang rutin minum teh atau kopi kerap memiliki noda kecokelatan, terutama di sela-sela gigi.
Jika sulit mengurangi konsumsinya, berkumur menggunakan air putih setelah minum dapat membantu membersihkan sisa minuman. Menambahkan sedikit susu ke dalam teh atau kopi juga disebut dapat mengurangi potensi pigmentasi.
2. Buah Beri Berwarna Gelap
Blueberry, raspberry, dan buah beri berwarna pekat lainnya memang kaya akan berbagai nutrisi. Namun, pigmen alami yang memberikan warna kuat pada buah tersebut juga berpotensi meninggalkan noda pada gigi.
Masalahnya tidak hanya berasal dari pigmen. Buah beri juga memiliki sifat asam yang dapat memengaruhi enamel apabila dikonsumsi terlalu sering.
Untuk mengurangi kontak langsung dengan gigi, buah beri dapat dikonsumsi bersama makanan lain. Jika diolah menjadi smoothie, penggunaan sedotan juga dapat membantu mengurangi kontak minuman dengan permukaan gigi.
3. Saus Tomat
Saus berbahan dasar tomat dapat ditemukan dalam berbagai makanan, mulai dari pasta hingga pizza. Warnanya yang pekat serta kandungan asamnya membuat saus ini perlu diperhatikan bagi orang yang ingin menjaga warna gigi.
Paparan asam secara berulang dapat membuat enamel lebih rentan terhadap noda. Sementara itu, pigmen merah dari tomat dapat lebih mudah menempel pada permukaan gigi yang kondisinya telah terpengaruh asam.
Minum air putih setelah menyantap makanan dengan saus tomat dapat membantu membersihkan sisa makanan dan minuman dari mulut. Makanan berserat juga dapat membantu proses pembersihan secara mekanis.
4. Jus Buah
Jus buah sering dianggap lebih sehat dibandingkan minuman manis lainnya. Namun, beberapa jenis jus memiliki kandungan asam dan pigmen yang cukup tinggi sehingga dapat berkontribusi terhadap perubahan warna gigi.
Jus cranberry, delima, dan jeruk termasuk contoh minuman yang memiliki tingkat keasaman atau pigmen tertentu. Saat buah diolah menjadi jus, seseorang juga dapat mengonsumsi buah dalam jumlah lebih banyak dalam satu waktu.
Jika tetap ingin menikmati jus, penggunaan sedotan dapat mengurangi kontak langsung cairan dengan gigi. Mengonsumsi buah dalam bentuk utuh juga bisa menjadi pilihan karena memberikan serat dan cenderung membuat konsumsi buah lebih terkontrol.
5. Wine
Wine merah termasuk minuman yang cukup dikenal dapat meninggalkan noda pada gigi. Kandungan asam di dalamnya dapat membuat enamel lebih rentan, sementara pigmen seperti antosianin dan tanin dapat berkontribusi terhadap perubahan warna.
Menurut Dr. Kinsella, konsumsi sesekali tidak serta-merta membuat gigi berubah warna secara drastis. Namun, kebiasaan mengonsumsi wine dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko enamel mengalami perubahan dan noda menjadi lebih terlihat.
Salah satu langkah sederhana setelah minum wine adalah berkumur dengan air putih. Cara tersebut dapat membantu mengurangi sisa asam dan pigmen yang tertinggal di dalam mulut.
Pada akhirnya, makanan atau minuman berpigmen tidak harus sepenuhnya dihindari. Yang lebih penting adalah memperhatikan frekuensi konsumsi, menjaga kebersihan gigi dan mulut, serta membilas mulut dengan air putih setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang asam maupun berwarna pekat.