
Jakarta – Kebiasaan makan larut malam ternyata tidak hanya berdampak pada berat badan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ngemil di malam hari, terutama saat sedang mengalami stres, dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai gangguan pada sistem pencernaan.
Para peneliti menemukan bahwa kombinasi antara tingkat stres yang tinggi dan pola makan yang tidak teratur dapat memberikan efek negatif terhadap kesehatan usus. Temuan tersebut berasal dari analisis sejumlah penelitian yang melibatkan ribuan responden di Amerika Serikat.
Dilansir dari Independent, berikut rangkuman hasil penelitian tersebut.
1. Risiko Gangguan Pencernaan Meningkat
Tim peneliti menganalisis data lebih dari 11.000 peserta dalam National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES).
Hasilnya menunjukkan bahwa peserta dengan tingkat stres tinggi yang mengonsumsi sekitar seperempat total kalori hariannya setelah pukul 21.00 memiliki kemungkinan sekitar 1,7 kali lebih besar mengalami gangguan pencernaan, seperti sembelit maupun diare.
Temuan ini menunjukkan bahwa waktu makan dapat memengaruhi kesehatan saluran cerna, terutama ketika dikombinasikan dengan kondisi psikologis yang kurang baik.
2. Analisis Kedua Menguatkan Hasil Penelitian
Untuk memastikan hasil tersebut, peneliti juga menelaah data dari lebih dari 4.000 peserta dalam American Gut Project.
Analisis lanjutan memperlihatkan bahwa orang yang sering mengalami stres sekaligus memiliki kebiasaan ngemil pada malam hari berisiko sekitar 2,5 kali lebih tinggi mengalami masalah pada usus dibandingkan mereka yang tidak memiliki kedua kebiasaan tersebut.
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa stres dan waktu makan saling memengaruhi dalam menjaga keseimbangan sistem pencernaan.
3. Bukan Hanya Jenis Makanan, Waktu Makan Juga Penting
Penulis utama penelitian, Dr. Harika Dadigiri, menjelaskan bahwa kesehatan usus tidak hanya dipengaruhi oleh pilihan makanan, tetapi juga kapan makanan tersebut dikonsumsi.
Menurutnya, saat tubuh berada dalam kondisi stres, sistem pencernaan menjadi lebih sensitif. Jika ditambah dengan kebiasaan makan larut malam, dampaknya dapat menjadi lebih besar terhadap fungsi usus.
Ia menyebut kombinasi kedua faktor tersebut sebagai “beban tambahan” yang dapat mengganggu kesehatan pencernaan.
4. Pola Makan Teratur Dianjurkan
Para peneliti menyarankan masyarakat untuk membiasakan makan pada waktu yang konsisten setiap hari.
Jadwal makan yang lebih teratur dinilai dapat membantu menjaga ritme alami sistem pencernaan sehingga fungsi usus tetap bekerja secara optimal dalam jangka panjang.
Meski demikian, peneliti menegaskan bahwa temuan ini bukan berarti seseorang harus benar-benar menghindari camilan.
Dr. Dadigiri bahkan mengatakan bahwa menikmati makanan favorit tetap diperbolehkan, hanya saja sebaiknya dikonsumsi lebih awal dibanding larut malam agar tidak membebani sistem pencernaan.
Temuan Akan Dipresentasikan di Forum Ilmiah
Hasil penelitian ini dijadwalkan dipresentasikan dalam ajang Digestive Disease Week yang berlangsung di Chicago pada 2 hingga 5 Mei.
Para peneliti berharap temuan tersebut dapat meningkatkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan pencernaan tidak hanya bergantung pada jenis makanan yang dikonsumsi, tetapi juga dipengaruhi oleh pengelolaan stres dan kebiasaan mengatur waktu makan setiap hari.