Kejadian kabut tebal yang menyelimuti area bandar udara seringkali menjadi momok menakutkan bagi penerbangan dan penumpang. Belum lama ini, sebuah bandara utama di Indonesia sempat ditutup sementara karena kondisi kabut yang sangat tebal, menyebabkan gangguan serius terhadap jadwal penerbangan dan mobilitas masyarakat. Bagaimana sebenarnya kabut ini mempengaruhi operasional bandara? Apa yang dilakukan untuk mengatasi situasi ini? Simak penjelasannya di artikel berikut.
Penyebab Kabut Tebal di Sekitar Bandara
Kabut tebal biasanya terbentuk akibat kondisi cuaca tertentu, seperti pendinginan udara yang ekstrem di malam hari, kelembapan tinggi, dan kurangnya angin yang dapat menyebarkan uap air. Di area bandara, faktor geografis dan iklim lokal juga berperan besar dalam pembentukan kabut ini. Kadang kala, kabut yang pekat mengurangi jarak pandang secara drastis, sehingga berisiko bagi operasi penerbangan.
Dampak Penutupan Bandara Akibat Kabut Tebal
Penutupan sementara bandara karena kabut tebal memiliki dampak yang cukup signifikan, antara lain:
- Gangguan jadwal penerbangan: Banyak penerbangan dibatalkan atau ditunda, menyebabkan ketidaknyamanan bagi penumpang.
- Kerugian ekonomi: Maskapai dan bandara mengalami kerugian finansial akibat pembatalan dan penundaan.
- Ketidaknyamanan masyarakat: Penumpang harus menunggu berjam-jam di bandara atau mencari alternatif perjalanan lain.
- Gangguan operasional bandara: Kendali lalu lintas udara menjadi lebih kompleks dan berisiko.
Langkah Penanganan Saat Kabut Tebal
Untuk mengurangi risiko dan memastikan keselamatan, berbagai langkah penanganan dilakukan, seperti:
- Peningkatan sistem navigasi dan pencahayaan landasan: Membantu pilot saat mendarat dan lepas landas dalam kondisi kabut.
- Penggunaan teknologi penglihatan buatan (IAP): Membantu pengoperasian penerbangan dengan instrumen navigasi yang canggih.
- Koordinasi ketat antar pihak terkait: Bandara, maskapai, dan otoritas penerbangan bekerja sama untuk menentukan waktu terbaik operasional.
- Informasi real-time kepada penumpang: Memberikan update terkini agar penumpang bisa merencanakan ulang jadwal mereka.