
Jakarta – Bagi sebagian orang, minum kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas harian. Namun, ketika memasuki masa menyusui, banyak ibu yang mulai mempertanyakan apakah kafein dari kopi dapat memengaruhi ASI dan bayi.
Kekhawatiran tersebut membuat sebagian ibu menyusui memilih menghindari kopi. Padahal, menurut penjelasan dokter yang dikutip dari Says, ibu menyusui masih diperbolehkan mengonsumsi kopi selama jumlah kafein yang masuk ke tubuh tetap diperhatikan.
Penjelasan mengenai hal tersebut disampaikan Dr Adli Hidayat melalui unggahan di akun Threads miliknya.
Kapan Kafein Masuk ke ASI?
Dr Adli menjelaskan bahwa kafein mulai terdeteksi dalam ASI sekitar 15 menit setelah ibu mengonsumsi kopi. Konsentrasi kafein kemudian mencapai kadar tertinggi kurang lebih satu jam setelah minuman tersebut dikonsumsi.
Setelah melewati sekitar dua jam, kadar kafein dalam ASI mulai mengalami penurunan. Karena itu, ibu menyusui tidak perlu langsung merasa khawatir setiap kali ingin menikmati kopi.
Berapa Banyak Kopi yang Masih Aman?
Menurut Dr Adli, ibu menyusui masih dapat mengonsumsi hingga sekitar 300 mg kafein per hari.
Jumlah tersebut jika dikonversikan ke espresso, satu shot mengandung kurang lebih 60 mg kafein. Dengan demikian, batas tersebut secara kasar setara dengan sekitar lima shot espresso dalam sehari.
Meski demikian, jumlah kafein sebenarnya dapat berbeda tergantung jenis kopi, ukuran sajian, dan cara pembuatannya.
Bagaimana Mengatur Waktu Minum Kopi?
Ibu menyusui tidak harus berhenti menyusui hanya karena baru saja minum kopi. Salah satu pilihan yang dapat dilakukan adalah menyusui bayi terlebih dahulu sebelum menikmati kopi.
Setelah menyusui, ibu dapat minum kopi dan tetap melanjutkan aktivitas menyusui berikutnya. Cara lain yang dijelaskan Dr Adli adalah ibu tetap dapat menyusui setelah minum kopi seperti biasa.
Dengan mengetahui waktu ketika kadar kafein mulai meningkat dan kemudian menurun, ibu dapat mengatur waktu minum kopi sesuai rutinitas menyusui.
Tak Perlu Berlebihan Khawatir
Kopi memang mengandung kafein yang dapat masuk ke dalam ASI, tetapi hal tersebut tidak berarti ibu menyusui harus sepenuhnya menghindari kopi.
Dr Adli mencontohkan bahwa jika seorang ibu hanya menikmati satu gelas latte dari pagi hingga malam, jumlah tersebut tidak perlu menjadi alasan untuk merasa cemas berlebihan.
“1 shot kurang lebih 60 mg kafein. Jadi batasan maksimal kopi untuk ibu menyusui sekitar 5 shots dalam sehari.”
“Jadi kalau kamu hanya minum 1 gelas latte dari pagi hingga malam, buat apa resah? Minum sajalah!” pungkasnya.
Pada akhirnya, yang perlu diperhatikan bukan hanya boleh atau tidaknya minum kopi, tetapi juga total asupan kafein dalam sehari. Ibu menyusui dapat tetap menikmati kopi dengan memperhatikan jumlah konsumsinya.